BERSYUKUR SETIAP
SAAT
Namaku : NOVA SULISTIYA N.
No Pesertaku :
13101055
Dari
begitu bangun pagi dikamar lantai atas sampai turun kelantai bawah, sudah
berapa kali saya mengucapkan terima kasih dan bersyukur? Mungkin sudah lima
kali sampai tujuh kali. Dalam satu hari? Berapa kali saya berterima kasih dan
bersyukur didalam hati? Berapa kali yang saya ucapkan dengan lantang bersuara
dengan orang lain? Mungkin bias 50 sampai 100 kali, bias jadi lebih, karena
tidak saya hitung.
Tidak praktis kedengarannya? Kok ya aneh
mengucapkan terimakasih sampai puluhan kali dan satu hari? Bahkan ratusan kali?
Jawabannya mudah saja : dengan berterimakasih dan bersyukur, kita selalu
mencari sisi positif dari segala sesuatu. Dengan mencari sisi positif, maka
diri kita menjadi semakin positif dalam melihat segala sesuatau. Pasti ada
putih setitikdidalam hitam kelam dan ada hitam setitik didalam putih bersih.
Dengan selalu mengingat kelimpahan
kita, otak kita mencetak keyakinan(believe) bahwa memang benar kita hidup dalam
kelimpahan. Maka, semua perbuatan kita didasari oleh keyakinan ini, termasuk
persepsi diri kita sebagai personifikasi dari sukses. Lantas, sampai kapan perlu mengucapkan terimakasih dan
bersyukur berpuluh-puluh kali tersebut? Sepanjang hayat.
Ah,
tidak praktis, mungkin ada yang berpendapat demikian. Sekali lagi bahwa ini
tidak mengajarkan untuk sukses dalam semalam, namun dengan mengubah mindset
(pola piker) maka segala factor eksternal yang sering menjadi atribut orang
sukses akan datang dengan sendirinya bagaikan arus sungai.
Berteima
kasih dan bersyukur toh tidak memerlukan modal uang maupun sumber daya apa pun.
Intinya hanya satu, yaitu kemauan keras untuk mengubah diri. Jangan pikirkan “pahala”
yang Anda dapat perbuat ini dulu. Jangan pula mengharap nasib akan berubah
dalam sekejap. Yang jelas, dengan mengucapkan terimakasih kepada orang lain
tanpa ada rasa keterpaksaan dan rasa canggung saja sudah merupak jembatan kita
ke dalam hati orang itu.
“Terimakasih”
tidak akan pernah ditolak oleh orang lain, malah biasanya disambut dengan
senyum lebar dan hati yang sedikit lebih lembut dari pada sebelumnya. Ini saja
sudah merupakan magnit yang bias membantu kita semua dalam memproyeksikan diri
yang sukses ke luar. Jadi, jika ada
keragu-raguan dank e-engganan untuk berterima kasih dan bersyukur dalam skala
dan frekuensi luar biasa, maka sebaiknya Anda urungkan niat Anda untuk menjadi
personifikasi dari sukses itu sendiri. Amin …
Tidak ada komentar:
Posting Komentar